Ketika manusia melakukan apa yang diperintahkan tidak jauh bertanya apa yang akan dia dapatkan, sekalipun Allah yang perintahkan Tuhan yang telah menciptakannya. Ada yang Allah nantikan dari makhluknya, sehingga ketika makhluknya atau hambanya lakukan maka Allah berikan dia balasan yang teramat mulia.
Siapa orang yang tidak mau dinantikan oleh sang maha pencipta yaitu Tuhan kita semua Allah SWT, bahkan setiap langkah kita yang amat hati-hati disetiap kehidupan sehari-hari tidak lain takut keluar dari jalur yang telah Allah sempurnakan melalui Al-Qur’an dan Hadits. Sebagai makhluk yang amat lemah ini, harapan baik terus terlontar melalui do’a supaya mendapatkan kebaikan dunia bahkan akhirat.
Pertanyaan sederhana yang pasti terlontar, lalu siapa dia yang Allah nantikan?
Mereka itu adalah :
1. Orang yang beriman
Syarat pertama yang mesti dimiliki oleh dia yang Allah nantikan itu adalah beriman, tentunya sebagai ummat muslim rukum iman yang 6. Iman yang sungguh-sungguh, tidak hanya terucap dimulut tetapi dibuktikan oleh perbuatannya, juga yang menjadi keyakinan didalam hatinya.
![]() |
| Hikmah Hijrah |
Kalimat hijrah sudah tidak asing lagi bagi kita, pengertian dan makna hijrah sudah banyak kita pahami jauh-auh hari sebelum mendapati artikel ini. Setelah beriman dengan sungguh-sungguh, maka dia mesti hijrah, dari yang tadinya hanya dirasakan oleh diri sendiri keimanan itu, segera berikan nikmatnya iman itu kepada keluarga, kerabat atau siapa saja yang membutuhkannya. Dari yang tadinya hanya shalat wajib yang 5 waktu, maka sedikit demi sedikit tingkatkan dengan menambah shalat Sunnah sebagaimana yang Rosul ajarkan. Kalau suasana yang sekarang bisa mempengaruhi kadar keimanan kita menurun, maka pindahlah kalau itu dapat sekiranya memperbaiki. Hijrahlah bersama keimanan kita kepada Allah, mintalah ridho Allah dari setiap langkah kita. Itulah hijrah memperbaiki yang rusak, menambah yang kurang, menyempurnakan perkara sesuai kadarnya.
3. Orang yang berjihad
Setelah keimanan yang kita miliki mantap dan kebaikan yang terus ditingkatkan maka seharusnya kebenaran itu harus diperjuangkan, musuh yang amat sulit dilawan adalah dia yang ada pada diri kita sendiri yaitu hawa nafsu. Terkadang keimanan kita dikendalikan oleh hawa nafsu, sehingga bukan amal kebaikan yang didapat, tetapi amal buruk yang didapatkan. Ketika kesucian Al-Quran dan hadits dihinakan, berjihadlah minimal untuk diri sendiri meningkatkan keyakinan kemudian berikan pencerahan kembali akan kesucian Al-Qur’an dan hadits, lawanlah hinaan itu dengan perkara yang tidak menodai kesucian dari Al-Qur’an dan hadits, jihadlah dijalan Allah.
4. Orang yang memberi tempat kediaman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam memberikan pelajaran yang teramat berharganya kepada kita melalui hijrahnya, Beliau bersama sahabat setia pada saat itu meninggalkan tempat kelahiran menuju tempat lain yang mampu merubah dari yang tadinya ummat tertindas menjadi ummat yang ditakuti. Semua itu berkat keluasan hati kaum anshor yaitu penduduk Madinah yang rela berbagi bahkan memberikan tempat kepada saudara seiman yang belum mereka kenal. Di zaman sekarang tidak sedikit dari anak cucu kita yang berhijrah ke tempat lain, ada yang menjadi santri, mahasiswa, pengusaha dan banyak lagi yang lainnya. Maka kita selaku tuan rumah memberikan fasilitas terbaik bagi mereka yang menccari ridho Allah ditempat kita.
5. Orang yang memberi pertolongan
Sebagai manusia makhluk social yang saling membutuhkan satu sama lainnya, hendaknya kita saling tolong menolong dengan sesama. Menolong sesama bagi dia yang beriman tidak diragukan lagi kalau itu suatu amal kebaikan, bukan hanya mendapatkan balasan yang baik dari Allah tetapi mendapat kebaikan dari sesama makhluk yang saling membutuhkan. Berikan kemudahan bagi dia yang berhijrah ketempat kita, jangan dipersulit kebutuhannya. Maka Allah memberikan kemudahan juga kepada kita dalam segala urusan
Itulah kriteria dia orang yang Allah nantikan dan akan mendapatkan balasan yang teramat berharhga yaitu ampunan Allah dan diberikan pula rezeki atau nikmat yang mulia. Balasan itu yang kita harapkan, hidup kita tidak sedikit melakukan maksiat yang menjadikan buah dosa, hanya ampunan Allah yang dapat menghapusnya. Hanya dari rezeki yang Allah berikan kita dapat bertahan hidup, yang semoga rezeki itu berupa nikmat Allah yang mulia. Aamiin ya robbal ‘alamin.
Sebagaiman Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 74 :
”dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Merka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.”

0 komentar:
Post a Comment