Tauhid, Tafsir, Hadits, Tasawuf, Fiqih, Hukum, Dakwah, Komunikasi, Sosial, Sains, Trending Topic

Tuesday, 25 October 2016

Biografi Imam Muslim

Biografi Imam Muslim

Nama          : Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi

Panggilan     : Abdul Husain

Keturunan    :

Al Qusyairi  ; Merupakan nisbah kepada Qabilah afiliasi Imam Muslim, ada yang mengatakan bahwa Al Qusyairi merupakan keturunan orang Arab asli,  pendapat yang lain bahwa nisbah kepada Qusyair merupakan nisbah perwalian saja

An Naisaburi    ; Merupakan nisbah yang di tujukan kepada negeri tempat Imam Muslim menetap, yaitu di Naisabur. Sebuah kota besar yang letaknya di daerah Khurasan

Tanggal lahir    : Para ulama tidak bisa memastikan tahun kelahiran Imam Muslim, sehingga sebagian mereka berpendapat bahwa Imam Muslim lahir di tahun 204 Hijriah, dan pendapat lain mengatakan bahwa kelahiran Imam Muslim pada tahun 206 Hijriah.
 
Bentuk Fisik    : Imam Muslim memiliki perawakan yang tegap, berambut dan memiliki jenggot berwarna putih, menguraikan ujung ‘imamahnya diantara dua punggungnya.

Aktifitas Imam Muslim Dalam Menimba Ilmu

Sesungguhnya lingkungan tempat tinggal Imam Muslim memberikan peluang yang sangat besar untuk berguru menccari ilmu yang bermanfa’at, karena Naisabur merupakan negeri hidup yang memiliki penuh dengan peninggalan ilmu dari pemilik syari’at. Semua itu terjadi karena banyaknya orang-orang yang sibuk untuk memperoleh ilmu dan mentransfer ilmu, kemungkinan yang besar bagi orang yang terlahir di lingkungan seperti itu akan tumbuh dengan ilmu juga. Kesempatan yang tampak luas di hadapan Imam Muslim sewaktu kecil untuk memetik dari inti sari ilmu syariat tidak di sia-siakannya.

Maka Imam Muslim mendengar hadits di negerinya pada tahun 218 Hijriah dari gurunya yang bernama Yahya bin Yahya At Tamimi, pada saat itu umurnya menginjak empat belas tahun.

Tidak lepas dari peran kedua orang tuanya juga keluarganya mempunyai perhatian yang khusus dalam memberi motifasi untuk menuntut ilmu. Sebagai mana yang dikatakan para ulama bahwa orang tua Imam Muslim, Al Hajaj adalah merupakan dari kalangan masyayikh, yaitu termasuk dari kalangan orang yang memperhatikan ilmu dan berusaha untuk memperolehnya.

Imam Muslim mempunyai kesempatan untuk mengadakan perjalanan hajinya pada tahun 220 Hijriah. Pada saat keluar itu dia mendengar hadits dari beberapa ahli hadits, kemudian dia segera kembali ke negrinya Naisabur.

Rihlah Imam Muslim

Rihlah dalam rangka menuntut hadits merupakan syi’ar ahlul hadits pada abad-abad pertama, karena terpencarnya para pengusung sunnah dan atsar di berbagai belahan negri Islam yang sangat luas. Maka Imam Muslim pun tidak ketinggalan dengan meniti jalan pakar disiplin ilmu ini, dan beliau pun tidak ketinggalan dalam ambil bagian, karena dalam sejarah beliau tertulis rihlah ilmiahnya, diantaranya;

Rihlah Pertama

Rihlah Imam Muslim untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 220 hijriah, pada saat dia masih muda belia, pada saat itu beliau berjumpa dengan syaikhnya, Abdullah bin Maslamah al Qa’nabi di Makkah, dan mendengar hadits darinya, sebagaimana beliau juga mendengar hadits dari Ahmad binYunus dan beberapa ulama hadits yang lainnya ketika di tengah perjalanan di daerah Kufah. Kemudian kembali lagi ke negrinya dan tidak memperpanjang rihlahnya pada saat itu.

Rihlah Kedua

Rihlah kedua ini begitu panjang dan lebih menjelajah kenegri Islam lainnya. Rihlah ini di mulai sebelum tahun 230 Hijriah. Beliau berkeliling dan memperbanyak mendengar hadits, sehingga beliau mendengar dari bayak ahli hadits, dan mengantarkan beliau kepada derajat seorang imam dan kemajuan di bidang ilmu hadits.

Beberapa negeri yang Imam Muslim masuki, diantaranya;

1. Khurasan dan daerah sekitarnya
2. Ar Ray
3. Iraq; beliau memasuki Kufah, Bashrah dan Baghdad.
4. Hijaz; memasuki Makkah dan Madinah
5. Asy Syam
6. Mesir

Guru-guru Imam Muslim

Perjalanan ilmiah yang dilakukan Imam Muslim menyebabkan dirinya mempunyai banyak guru dari kalangan ahlul hadits. Al Hafizh Adz Dzahabi telah menghitung jumlah guru yang diambil riwayatnya oleh imam Muslim dan dicantumkan di dalam kitab shahihnya, dan jumlah mereka mencapai 220 orang, dan masih ada lagi selain mereka yang tidak di cantumkan di dalam kitab shahihnya

Diantara guru-guru beliau yang paling mencolok adalah;

1. Abdullah bin Maslamah Al Qa’nabi, guru beliau yang paling tua
2. Al Imam Muhammad bin Isma’il Al Bukhari
3. Al Imam Ahmad bin Hambal
4. Al Imam Ishaq bin Rahuyah al Faqih al Mujtahid Al Hafizh
5. Yahya bin Ma’in, imam jarhu wa ta’dil
6. Ishaq bin Manshur al Kausaj
7. Abu Bakar bin Abi Syaibah, penulis buku al Mushannaf
8. Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi
9. Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Alaa`
10. Muhammad bin Abdullah bin Numair
11. Abd bin Hamid

Murid-murid Imam Muslim

Al Imam Muslim sibuk menyebarkan ilmunya di negrinya dan negri-negri Islam lainnya, baik dengan pena maupun dengan lisannya, maka beliau pun tidak terlepas untuk mendektekan hadits dan meriwayatkannya, sehingga banyak sekali para penuntut ilmu mengambil ilmu dari beliau.

Diantara murid-murid beliau antara lain;

1. Muhammad bin Abdul wahhab al Farra`
2. Abu Hatim Muhammad bin Idris ar Razi
3. Abu Bakar Muhammad bin An Nadlr bin Salamah al Jarudi
4. Ali bin Al Husain bin al Junaid ar Razi
5. Shalih bin Muhammad Jazrah
6. Abu Isa at Tirmidzi
7. Ibrahim bin Abu Thalib
8. Ahmad bin Salamah An Naisaburi
9. Abu Bakar bin Khuzaimah
10. Makki bin ‘Abdan
11. Abdurrahman bin Abu Hatim ar Razi
12. Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Asy Syarqi
13. Abu Awanah al-Isfarayini
14. Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan al Faqih az Zahid.

Persaksian Para 'Ulama Terhadap Imam Muslim

 
Ishak bin Mansur al Kausaj pernah berkata kepada imam Muslim: “sekali-kali kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin.”
 
Muhammad bin Basysyar Bundar berkata; “huffazh dunia itu ada empat; Abu Zur’ah di ar Ray, Muslim di An Naisabur, Abdullah Ad Darimi di Samarkand, dan Muhammad bin Isma’il di Bukhara.”

Muhammad bin Abdul Wahhab Al Farra` berkata; “(Muslim) merupakan ulama manusia, lumbung ilmu, dan aku tidak mengetahuinya kecuali kebaikan.”
 
Ahmad bin Salamah An Naisaburi menuturkan; “Saya me¬lihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim bin al-Hajjaj dalam perkara hadits shahih ketimbang para masyayikh zaman keduanya. 
 
Ibnu Abi Hatim mengatakan: ” Saya menulis hadits darinya di Ray, dan dia merupakan orang yang tsiqah dari kalangan huffazh, memiliki pengetahuan yang mendalam dalam masalah hadits. Ketika ayahku di Tanya tentang dia, maka dia menjawab; (Muslim) Shaduuq.”
 
Maslamah bin Qasim al Andalusi berkata; ” tsiqah, mempunyai kedudukan yang agung, termasuk dari kalangan para imam.” 

Abu Ya’la Al Khalili berkata; “dia sangat familier sekali untuk di sebutkan keutamaannya.”
 
Al Khatib Al Baghdadi berkata; “(dia) merupakan salah seorang a`immah dan penghafal hadits.”
 
As Sam’ani menuturkan; “termasuk salah seorang imam dunia.” 

Ibnul Atsir berkata; “termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits.”
 
Ibnu Katsir berkata; “termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits.” 

Adz Dzahabi berkata; ” Imam besar, hafizh lagi mumpuni, hujah serta orang yang jujur.”

Hasil Karya Imam Muslim

Imam Muslim mempunyai hasil karya dalam bidang ilmu hadits yang jumlahnya cukup banyak. Di antaranya ada yang sampai kepada kita dan sebagian lagi ada yang tidak sampai.



Adapun hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah;

1. Al Jami’ ash Shahih
2. Al Kuna wa Al Asma’
3. Al Munfaridaat wa al wildan
4. Ath Thabaqaat
5. Rijalu ‘Urwah bin Az Zubair
6. At Tamyiz

Sedangkan hasil karya Imam Muslim yang tidak sampai kepada kita adalah;

1. Al Musnad al Kabir ‘Ala ar Rijal
2. Al Jami’ al Kabir
3. Al ‘Ilal
4. Al Afraad
5. Al Aqraan
6. Su`alaat Muslim
7. Hadits ‘Amru bin Syu’aib
8. Al Intifaa’ bi`ahabbi as sibaa’
9. Masyayikhu Malik
10. Masyayikhu Ats Tsauri
11. Masyayikhu Syu’bah
12. Man laisa lahu illa raawin waahid
13. Kitab al Mukhadldlramin
14. Awladu ash shahabah
15. Dzikru awhaami al Muhadditsin
16. Afraadu Asy Syamiyyin

Wafatnya Imam Muslim

Imam Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H bertepatan dengan 5 Mei 875. dalam usia beliau 55 tahun.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Biografi Imam Muslim

0 komentar:

Post a Comment